Tips menghitung denda pajak sepeda motor

Hasil gambar untuk stnk

Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas mengenai pajak kendaraan bermotor yaitu sepeda motor. Seperti kita ketahui bahwa sepeda motor merupakan kendaraan yang paling banyak di pakai masyarakat Indonesia. Alasan praktis, murah dan bebas macet adalah kenapa sepeda motor mejadi pilihan utama hampir semua kalangan masyarakat Indonesia. Ada satu kewajiban yang harus diilakukan semua pemiliki sepeda motor setiap tahunnya, yakni membayar pajak kendaraan bermotor. Tujuan membayar pajak motor adalah untuk mengesahkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Nah apabila telat membayarnya, maka masbro membayar denda keterlambatan yang dihitung perbulan. Besaran denda telat bayar pajak motor juga disesuaikan dengan nilai PKB yang tertera pada STNK masing-masing sepeda motor. Nilai PKB itu berbeda beda sesuai dengan kapasitas mesin, tahun produksi serta harga jualnya.

customer-servicei

Mungkin banyak diantara kita yang tidak tau tips menghitung denda pajak sepeda motornya hingga mengira kalau kemahalan atau sudah diatur oleh samsat. Sebenarnya untuk menghitung denda pajak sepeda motor ada rumusnya. Dimana nilai dendanya adalah sebesar 25% dari PKB yang kemudian dikalikan dengan beberapa bulan kita telat membayar pajak motor. Itu artinya semakin lama kita menunggak pajak motor, maka denda yang harus dibayarkan semakin besar. Oleh karena itulah kami sarankan untuk membayar pajak motor secara tepat waktu agar tidak perlu membayar denda keterlambatan. Berikut cara perhitungan denda pajak sepeda motor:

Sebelumnya kami tambahkan kalau denda yang dibayar bukan hanya PKB akan tetapi juga SWDKLLJ atau sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan sebesar 32.000 rupiah. Kemudian untuk besaran denda PKB sebesar 25% per tahun dari nilai PKB masing-masing kendaraan. Apabila kita masukan kedalam rumus denda telat pajak motor, maka hasilnya sebagai berikut :

  • Denda Telat Pajak 3 bulan = (PKB x 25% x 3/12) + Denda SWDKLLJ
  • Denda Telat Pajak 6 bulan = (PKB x 25% x 6/12) + Denda SWDKLLJ
  • Denda Telat Pajak 9 bulan = (PKB x 25% x 9/12) + Denda SWDKLLJ
  • Denda Telat Pajak 1 Tahun  = (PKB x 25% x 12/12) + Denda SWDKLLJ
  • Denda Telat Pajak 2 Tahun  = 2 x (PKB x 25% x 12/12) + Denda SWDKLLJ

Sebagai contoh misalnya PKB motor anda 250.000 dan anda telat membayar anggaplah 6 bulan, dan SWDLLJ Rp. 32.000 maka hitungannya seperti ini:

250.000 ( PKB ) x 25% x (6/12)+ 32.000 ( SWDLLJ ) = 63.250

dari rumus tadi diketahui denda nya sebesar Rp. 63.250. Dari hasil tadi bisa kita hitung berapa total pajak yang harus dibayar beserta dendanya. hitungannya sebagai berikut :

250.000 (PKB) + 32.000 ( SWDLLJ ) +63.250 ( denda ) = Rp. 345.250.

Itulah tadi contoh perhitungan denda pajak sepeda motor yang telat pembayarannya 6 bulan yang memiliki nilai PKB 350.000 rupiah. Semoga tips tadi bisa bermanfaat bagi anda.

Bagi anda yang ingin membeli sepeda motor yamaha di kota makassar dan sekitar silahkan klik link promo atau hubungi kami melalui no HP 082343419338 atau chat melalui WA 087740566886 atau bisa juga langsung klik logo WA dibawah ini untuk langsung chat jika anda browsing melalui Handphone anda :

Hasil gambar untuk logo wa
klik untuk chat via WA

Terimakasih atas kunjungan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s